Posted by: Anna | May 19, 2008

Temperamen Manusia

Kalian semua pasti pernah mendengar nama Hipocrates kan?! Yup.., beliau adalah filsuf Yunani yang juga dikenal sebagai Bapak Ilmu Kedokteran. Beliau mengemukakan empat temperamen dasar manusia yang didasarkan pada empat cairan tubuh, yaitu darah (sanguine), empedu kuning (choleric), empedu hitam (melancholy), dan phlegma (phlegmatic). Empat cairan tubuh ini lah yang menurut beliau memberikan pengaruh pada temperamen seseorang. Setiap orang tidak memiliki satu jenis temperamen, namun merupakan kombinasi dari beberapa temperamen. Dari beberapa temperamen ini, biasanya ada satu yang sangat mendominasi. Saya sendiri adalah seorang phlegmatic-melancholy dengan sedikit sanguin.

Berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai sifat dari masing-masing temperamen:

Sanguine
Orang sanguine pada umumnya periang, hangat, penuh semangat, dan menyenangkan . Sifatnya yang naif, spontan, dan periang membuat orang-orang suka padanya. Ia dapat sungguh-sungguh merasakan suka cita atau kedukaan orang yang ada di dekatnya dan membuat orang lain merasa penting. Orang sanguin tidak pernah kehabisan kata-kata, cukup gaduh, dan memiliki percaya diri yang tinggi. Sikapnya yang tulus dan terbuka membuat orang-orang disekitarnya mau menerimanya. Cara hidupnya yang bebas dan penuh gairah, seringkali membuat orang-orang merasa iri padanya. Orang sanguine bukan siswa yang baik. Dia cepat gelisah, tidak bisa konsentrasi dalam waktu yang lama, dan kurang disiplin. Sanguine bukan pendendam, namun dia punya emosi yang kurang stabil. Dia juga kurang produktif dan kesukaannya untuk terus bicara membuatnya hampir tidak memiliki rahasia untuk disimpan (waduw, gawat… )

Choleric
Orang choleric berkepribadian tegas, penuh semangat, berpendirian, bertindak cepat, aktif, praktis, dan ambisius. Ia cenderung merasa puas dengan dirinya sendiri dan merasa tidak perlu untuk bergantung pada orang lain. Dia berani dan menentang ketidakbenaran . Namun, dia kurang bersimpati pada orang lain. Apabila ia bergerak menuju sasaran, ia dapat berlari tanpa mengindahkan orang yang menghalangi jalannya. Perhatian utamanya ditujukan pada nilai-nilai kehidupan yang mendatangkan faedah. Ia cenderung bersikap menguasai, mengatur, dan tidak segan-segan memperalat orang lain untuk mencapai tujuannya. Orang cholecic biasanya pintar, namun tidak terlalu cemerlang. Dia tidak suka terlibat dalam kegiatan yang tidak memiliki tujuan. Orang kholeris cenderung hanya memandang pada sasaran tanpa nyadari rintangan yang menghadangnya. Selain itu, orang cholecic juga cenderung dingin, dominan, sarkatis, dan cepat marah .

Melancholy
Orang melancholy sering dilukiskan sebagai pemurung . Orang melancholy memiliki sifat analitis, rela berkorban, berbakat, perfeksionis, dan sangat sensitif. Dia merupakan teman yang setia, tapi sukar mendapatkan teman. Dia paling bisa dipercaya dibandingkan dengan tipe lainnya. Dia sangat teliti dan tekun dalam mencapai tujuannya. Seorang melancholy bisa memanfaatkan kekuatannya hingga dapat melebihi orang lain, namun mudah dikuasai oleh kelemahan-kelemahannya sehingga menderita tekanan jiwa, mudah putus asa, dan selalu sedih. Orang melancholy adalah siswa yang baik, senang belajar, selalu ingin tahu, dan memiliki ingatan yang kuat. Tidak mudah bagi seorang melancholy untuk melupakan kesalahan orang lain dan dia juga jarang memberikan pujian. Sebenernya dia introvert, namun karena didominasi oleh perasaan, maka dia memiliki suasana hati yang beraneka ragam. Terkadang dia begitu senang, sehingga menjadi ekstrovert, tapi kemudian bisa menjadi sangat murung, menutup diri, dan menjadi agak antagonis. Dia tidak bergerak maju untuk menemui orang lain, namun lebih suka menunggu orang untuk menemukan dia. Sifat negatif yang menonjol dari tipe ini adalah egois dan cenderung negatif thingking (ha..ha..ha.., masa siy ).

Phlegmatic
Orang phlegmatic pada umumnya tenang, lamban, santai, dan stabil . Bagi orang phlegmatic hidup merupakan pengalaman yang menyenangkan. Dia cenderung tidak mau melibatkan diri dalam persoalan apapun dan lebih suka menjadi penonton. Dia sangat tenang dan santai, sehingga ia tidak merasa terganggu oleh keadaan sekelilingnya. Dia juga sukar marah karena selalu mampu mengendalikan emosinya. Dia memiliki perasaan yang jauh lebih dalam dari apa yang tampak dan memiliki kemampuan untuk menghargai karya seni dan hal-hal yang baik dalam kehidupan. Orang phlegmatic baik hati dan simpatik, namun dia jarang sekali mengutarakan perasaannya. Sekali ia didorong untuk bertindak, maka dapat terlihat bahwa ia adalah orang paling efisien dan memiliki kemampuan yang hebat. Dia dapat menciptakan suasana damai dan bisa mendamaikan orang. Sifat negatif yang menonjol dari tipe ini adalah kurang memiliki motivasi, suka menunda-nunda pekerjaan, dan plin-plan .

Advertisements

Responses

  1. I THINK THIS ARTICLES IS VERY VERY GOOD!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. aku masuk yang mana dong?

  3. Hmm..hmm.., let me see..
    Bubu kayaknya sama dengan ana deh, didominasi sama phlegmatic..
    Ih.., ko ikut-ikut sih, Bu.. Saking ngefans-nya sama ana sampe kaya gini dong, ckckck..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: