Posted by: Anna | June 27, 2008

Lupaaaa….

“Bagaimana kabar bakteri tersayang?” Pertanyaan KS tersebut mengingatkan saya pada bakteri-bakteri di inkubator. Aaakh… , bakteri-bakteri tersebut harusnya sudah saya ambil sejak lima hari lalu!! Tapi saya lupaaa.. Gawat.., saya makin pelupa, padahal saya kan masih muda, baru 17 tahun, ahahaha

Berdasarkan artikel yang saya baca, lupa terjadi apabila informasi yang masuk tidak mendapat “perlakuan” sebagaimana mestinya. Ada tiga macam lupa, yaitu forgetfulness, amnesia, dan demensia.

Pada forgetfulness, informasi dapat disimpan di memori jangka panjang, namun susah untuk diingat kembali ketika dibutuhkan. Pada amnesia, informasi masuk ke memori jangka pendek, namun proses penerusannya ke memori jangka panjang gagal dilakukan, sehingga informasi tersebut tidak dapat diingat kembali. Sedangkan pada demensia, informasi sama sekali tidak masuk ke memori.

Otak memiliki dua macam memori, yaitu memori jangka pendek dan jangka panjang. Memori jangan pendek dapat dianalogikan sebagai RAM. Informasi yang diterima akan disimpan disini dalam waktu singkat. Sedangkan memori jangka panjang bertindak sebagai hard drive yang akan menyimpan informasi di cerebral cortex yang memiliki 100 miliar neuron. Apabila ada informasi masuk, maka pengkodeannya dapat melibatkan ribuan neuron. Jika informasi ini tidak digunakan, maka pola koneksi yang terbentuk akan hilang. Sebaliknya, jika kita mengingatnya berulang-ulang, pola koneksi itu akan semakin kukuh.

Keputusan untuk menyimpan atau membuang informasi berada di bawah kendali hippocampus. Keputusan ini diambil berdasarkan dua pertanyaan. Pertama, apakah informasi tersebut memiliki arti emosional (tentunya nama first love akan tertanam lebih kuat dibandingkan nama pejabat negara, kan?! )? Kedua, apakah informasi tersebut berhubungan dengan hal yang sudah diketahui?

Jumlah neuron di otak memberikan kontribusi dalam kemunduran ingatan. Seperti kita ketahui, jumlah neuron tidak bertambah karena neuron tidak membelah seperti sel tubuh lainnya. Setiap hari kita kehilangan 100.000 neuron, jadi ketika kita berumur 70 tahun, kita akan kehilangan 20% dari 100 miliar neuron.

Kita hanya menggunakan 10% otak kita, sisanya adalah sel-sel “pengangguran” yang digunakan untuk mengantisipasi rangsangan tertentu dengan mengembangkan daya komputasi melalui peningkatan jumlah sel yang tersedia. Jika seseorang hidup dalam lingkungan yang sepi stimulus, maka sel-sel “pengangguran” akan mati (tuh, makanya jangan dibiarkan menganggur).

Hipertensi, kurang tidur, minum alkohol, disfungsi kelenjar tiroid, depresi, dan cemas bisa membuat kita menjadi pelupa karena menghalangi proses penciptaan memori baru. Selain itu, polusi udara juga berpengaruh buruk pada daya ingat.

Penyakit lupa dapat diatasi dengan istirahat yang cukup (tidur), meditasi, olah raga, menghilangkan perasaan cemas, dan tidak terlalu mempersoalkan masalah.

Tuh kan, supaya ngga jadi pelupa harus tidur. Jadi ngga salah kan kalo saya tidur di kantor waktu ngga ada supervisor, hihihi..

Peringatan: Please ini mah…, don’t try this at your office!!  

Advertisements
Posted by: Anna | June 26, 2008

Lactose Intolerance

Sebagai penderita lactose intolerance, cukup menderita bagi saya hidup di negeri antah berantah ini. Bagaimana tidak.., susu dan produk olahannya sangat melimpah disini. Dan saya, hanya bisa melihat produk-produk itu dengan mata berbinar tanpa bisa memakannya, hiks.. . Bisa sih makan, tapi cuma sedikit aja. Meski seringnya sih bandel, dikit-dikit jadi bukit (makan dikit-dikit tapi sistemnya continue alias ngga berhenti, hihihi..). Karena kebandelan saya ini, tubuh saya pun protes dan mulai menampakan gejala-gejala yang membuat saya meringis kesakitan . Tapi dasar nakal, bukannya insyaf, saya tetep aja beli dan makan produk itu (habisnya enak sih.., siapa coba yang ngga kegoda sama biskuit, cake, es krim, keju, dsb).

Apa sih sebenarnya lactose intolerance itu??  Hmm.., lactose intolerance adalah ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme laktosa (gula yang banyak terdapat di susu dan produk olahannya) dikarenakan kurang atau tidak adanya enzim laktase. Laktosa merupakan disakarida yang dapat dipecah laktase menjadi glukosa dan galaktosa yang akan diserap oleh dinding usus halus. Ketika laktase tidak ada, maka laktosa tidak dapat dipecah. Laktosa yang tidak dimetabolisme dan tidak dapat diabsorpsi dinding usus halus ini akan mengaktifkan sistem metabolisme laktosa bakteri yang hidup di usus. Fermentasi in vivo menghasilkan sejumlah gas (campuran dari hidrogen, karbon dioksida, dan metana) yang mengkibatkan penderita mengalami perut kembung, mual, dan sering buang gas. Selain itu, keberadaan laktosa dan produk fermentasinya akan meningkatkan tekanan osmotik yang mencegah kolon untuk mereabsorpsi air, akibatnya…diare deh.

Ada tiga tipe lactose intolerance, yaitu primary lactose intolerance, secondary lactose intolerance, dan congenital lactase deficiency. Primary lactose intolerance diinduksi oleh kebiasaan hidup yang kurang mengkonsumsi susu dan produk olahannya sejak kecil. Secondary lactose intolerance diakibatkan oleh penyakit gastrointestinal tertentu. Sedangkan congenital lactase deficiency diakibatkan oleh genetic disorder yang menyebabkan tubuh tidak dapat mempoduksi laktase sejak lahir.

Mayoritas orang dewasa mengalami lactose intolerance. Tingkat lactose intolerance akan meningkat seiring bertambahnya usia. Orang yang tidak terbiasa mengkonsumsi susu dan produk olahannya sejak kecil akan mengalami penurunan produksi laktase dengan cepat. Sebaliknya, orang yang terbiasa mengkonsumsi susu dan produk olahannya sejak kecil akan mengalami penurunan produksi dengan lambat. Namun ada juga orang yang dapat memproduksi laktase seumur hidupnya karena mengalami mutasi genetik yang menyebabkan produksi laktase tidak terhenti.

Ngomong-ngomong soal mutasi…, jadi inget proyek mutasi alfa amilase yang harus segera saya selesaikan, hehe.., kejar tayang..kejar tayang.. Ganbatte Anna..!!! (menyemangati diri sendiri).

Posted by: Anna | June 24, 2008

Euro…, Oh Euro…

Hari Minggu pagi, ada satu pesan masuk ke hp saya. Begitu saya lihat, ternyata pesan dari KS, hehe.., aduh.., jadi seneng. Tapi senengnya ngga jadi karena begitu saya buka, ternyata isi pesannya, “hahahaha..”, dari awal sampe akhir Huu.., tampaknya dia sedang girang di belahan dunia sana karena Belanda kalah di pertandingan perempat final Euro 2008 Sabtu malam. Tentunya dia lebih girang lagi karena dia tahu saya pendukung tim Oranye. Terbayang di kepala saya ekspresi wajahnya ketika sedang mengetik pesan tersebut dan mengirimkannya pada saya, huh..  (If he was near me at that time, I will do this to him  , hihihi..).

Hiks.., saya kecewa Belanda kalah. Di menit-menit terakhir saya masih berharap Belanda bisa menang seperti Turki ketika melawan Kroasia. Tapi sayangnya itu ngga terjadi, skor tetap 3-1 untuk Rusia. Tapi saya salut pada Rusia, mereka bermain bagus dan memang pantas menang.

Setelah kekalahan tim Oranye, saya berpihak ke tim lain. Saya dukung semua tim yang tersisa sekarang, tapi saya memiliki kecenderungan yang paling besar ke Turki, soalnya kalo Turki menang, sapa tau nanti para pedagang kebab di Centrum mau ngasi diskon, hihihi..  . Untuk pertandingan final, saya pengennya Turki lawan Rusia. Kalau ini terjadi, sepertinya bisa bikin Eropa geger, hehe.. Bagaimana tidak, kedua tim ini sejak awal ngga difavoritkan untuk menjadi juara, namun ternyata mereka bisa melaju sampai sejauh ini, ckckckc.., hebaat.. Hup Turki Hup! Hup Rusia Hup!

Hari ini, ketika group meeting, Mr. L, ketua group Microbial Physiology, membicarakan mengenai kekalahan Belanda. Kemudian beliau bilang, sekarang kami harus mendukung Rusia, karena pelatih Rusia adalah orang Belanda. Tentu saja teman-temanku yang berasal dari negara lain (yang sekarang timnya masih melaju di Euro) ngga setuju, hehe..

Demam Euro terlihat sangat kental di negeri ini. Di kampusku saja, sebagian ruangan didekorasi dengan pernak-pernik oranye. Di kantin, selain digantung bendera-bendera oranye, juga dipasang tulisan, “Hup Holland Hup”. Namun, tadi pagi begitu saya ke kantin, dekorasinya sudah dilepas (karena Belanda kalah, hiks..).

Selain itu, orang-orang di kampus juga mengadakan taruhan. Info mengenai Euro dan poin taruhan dipajang di papan pengumuman kampus. Di papan pengumuman juga dipajang grafik mengenai siapakah yang paling mengerti bola dan tim-tim yang difavoritkan menjadi juara Euro 2008. Untuk yang paling mengerti bola, posisi pertama diduduki oleh guys, posisi kedua oleh gays, dan posisi ketiga oleh girls. Sedangkan tim yang paling difavoritkan menjadi juara Euro 2008 adalah Jerman.

Well.., jangan kaget sama semua fenomena ini.., this is Holland temans

Posted by: Anna | June 22, 2008

Balet

Jaman dahulu kala, ketika saya masih imut-imut (halah..  ), saya pernah terobsesi banget sama balet dan memiliki impian untuk menjadi seorang balerina. Ini terinduksi oleh komik-komik bertemakan balet yang banyak bermunculan pada saat itu. Saya masih inget, waktu SD, saya dan teman saya sering menirukan gerakan-gerakan balerina yang ada di komik, hehe..

Sebenernya waktu itu di SD saya ada les balet, tapi saya ngga ikutan. Agak menyesal juga sih, kenapa dulu ngga ikutan les itu…

Sekarang harapan saya untuk jadi balerina udah pupus, soalnya udah telat banget dan udah ngga mungkin, hiks…  Tapi saya masih seneng melihat para balerina itu menari dengan cantiknya.

Ini video balet favorit saya. Polina Seminova, balerina yang cantik dengan tarian yang juga ngga kalah cantiknya…
Listen to the music and see how she moves…, gorgeous!!

Posted by: Anna | June 15, 2008

Bento..bento..bento..

Apa yang pertama terbesit begitu mendengar kata “bento”?
Kalo saya sih langsung inget “Hoka-Hoka Bento”, hehehe.. (duh.., jadi iklan nih)

Kalo secara mudahnya, bento itu bisa diartikan sebagai “packed meal” ala Jepang. Tapi, bento bukan “packed meal” biasa, karena dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Bento-bento ini seringkali disusun dan didekorasi sehingga terlihat seperti manusia, hewan, tumbuhan, atau tokoh kartun tertentu, seperti tokoh-tokoh Sanrio, Pokemon, Mario Bross, dan lain-lain. Untuk bento semacam ini, biasanya disebut sebagai “charaben” (character bento) atau “kyaraben”.

Ini beberapa kyaraben yang foto-fotonya saya dapat dari internet. Saya seneng ngeliatnya, habisnya lucu-lucu dan bagus-bagus sih, jadinya tertarik banget buat belajar bikin kyaraben, supaya nanti kalo udah jadi ibu bisa bikin kyaraben yang lucu-lucu untuk anak-anakku, kya..kya..  (“ngehayal” mode : ON).

 

 

Pada jaman dahulu, bento tidak disimpan di dalam wadah, namun dibungkus dengan daun. Selanjutnya, untuk membuatnya lebih praktis, mulai lah digunakan box kayu. Pada saat ini, box bento modern dibuat dari berbagai macam material, seperti kayu, aluminium, dan plastik. Biasanya, box ini kemudian dibungkus lagi oleh furoshiki (kain tradisional Jepang yang digunakan untuk membungkus berbagai macam barang).

 

Sekilas mengenai furoshiki, ternyata ada berbagai macam teknik wrapping dengan menggunakan furoshiki ini, seperti yotsu musubi, otsukai tsutsumi, dan lain-lain.

Berhubung saya orangnya memang seneng dalam hal per-“wrapping”-an, jadinya pengen juga nyoba berbagai macam teknik di atas. Tapi karena ngga punya furoshiki, jadi pake kain biasa aja kali ya, hehehe… Atau.., kalo ada yang berniat membelikan saya furoshiki, saya dengan senang hati menerimanya, hehehe… Tapi mau request ah…, saya maunya furoshiki yang ini ni.. Harganya, ehem.., cuman $ 25 ko, hehehe…

Older Posts »

Categories